Minggu, 03 November 2019

Far From Home Swings into Marvel’s Spider-Man

Far From Home Swings into Marvel’s Spider-Man

Hello everyone!
It’s been a while since we last talked! We’d like to thank all of you for your support of Marvel’s Spider-Man since its launch last September. Many of you have played, and we have been floored by the response to the game. It has been gratifying to continually hear new stories from players exploring our rendition of Marvel’s New York with the web-slinger and see all of the great shots you have created in Photo Mode.
While we’re busy working away here at Insomniac Games, we couldn’t pass up the opportunity to once again team up with Sony Interactive Entertainment, Marvel, and Sony Pictures Entertainment to celebrate the release of Spider-Man: Far From Home in theatres now! As such, we have released a new update for the game via Patch 1.16 that will bring two free brand-new suits from Spider-Man: Far From Home to the game.
After you have built the Advanced Suit early in Marvel’s Spider-Man, you are able to switch between suits during the story — so if you have already reached this stage in-game, you can use the Spider-Man: Far from Home Upgraded Suit, or the Spider-Man: Far From Home Stealth Suit right now. Before you rush off to download the update — here’s a couple of new images showing those brand-new suits in game.
We’ve had a great time adding free additional content to Marvel’s Spider-Man, such as the Webbed Suit in December, and suits celebrating the Fantastic Four in January. You can get even more additional suits for Marvel’s Spider-Man by purchasing the Marvel’s Spider-Man: The City That Never Sleeps expansion series. The series tells a post-game story over three DLC chapters, and each one includes three new suits to unlock that you can use in the rest of the game and in New Game+. The series begins with Black Cat returning to Marvel’s New York, but players quickly realize she’s a part of something much bigger that will entangle Spider-Man with the notorious Hammerhead. You can download Marvel’s Spider-Man: The City That Never Sleeps from PlayStation Store today for $24.99 USD.
That’s all for now — thank you yet again for all of your support of Marvel’s Spider-Man. It means the world to us, and we hope you get out to see Spider-Man: Far From Home, in theatres now! Get your tickets now: bit.ly/FarFromHomeTix
*Internet connection required.

Turnamen Mobile Legends: Bang Bang Professional League Season 3 Bakal Lebih Spektakuler!


Hasil gambar untuk logo mpl
engawali 2019, dunia Esports Indonesia langsung menggeliat. Kompetisi game terbesar dan juga paling bergengsi di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, yakni Mobile Legends: Bang Bang Professional League – Indonesia (MPL – Indonesia), Season 3, telah dimulai.
Turnamen ini hadir kembali untuk mencari tim Mobile Legends: Bang Bang terbaik di Indonesia. Dengan total prizepool sebesar US$120.000 (atau setara hampir dengan Rp 1,7 Milyar), MPL Season 3 ini menarik perhatian ratusan tim untuk bertarung demi mendapatkan gelar tim Mobile Legends terbaik di Indonesia. Babak utama MPL Season 3 ini akan diikuti oleh 12 tim terbaik di Indonesia. Enam tim terbaik di MPL Season 2 lalu berhak mendapatkan undangan langsung ke turnamen utama. Sementara enam sisanya harus diperebutkan di fase kualifikasi. Beberapa tim terbaik di antaranya seperti EVOS, RRQ, Louvre, dan lainnya akan berkompetisi menjadi yang terbaik tahun ini.
“MPL Season 3 tahun ini hadir lebih besar dan spektakuler, diikuti ratusan tim terbaik dan didukung studio professional terbaik serta teknologi level broadcast yang canggih. Hal itu tentu akan membuat suasana pertandingan jauh lebih seru dari gelaran tahun sebelumnya. Kami pun sangat senang bisa meramaikan dunia Esports Indonesia yang dinamis. Kami yakin bahwa penggemar di Indonesia dapat turut merasakan keseruan dari persaingan antar pemain profesional Mobile Legends: Bang Bang,” ujar Lius, Indonesian eSports Manager Moonton.
Kualifikasi MPL Season 3 ini terbagi menjadi dua fase. Fase pertama adalah kualifikasi online, di mana maksimal 512 tim dari seluruh Indonesia akan bertanding dengan konsep bracket single elimination best of one hingga babak 32 besar. Dalam babak 32 besar, format pertandingan akan berubah menjadi best of three, namun tetap dengan single elimination bracket.
Delapan tim terbaik dari kualifikasi online berhak maju ke fase final kualifikasi. Pada fase ini, delapan tim dari kualifikasi online sudah ditunggu oleh tim peringkat tujuh dan delapan dari MPL Season 2, dan 10 tim tersebut akan dibagi menjadi dua grup untuk bertanding dalam format round robin best of three. Kemenangan 2-0 akan memberikan tiga poin, kemenangan 2-1 memberikan dua poin, sementara kekalahan dengan skor 1-2 akan memberikan satu poin. Tiga tim terbaik dari masing-masing grup berhak maju ke regular season babak utama.
Pada musim ini, kompetisi akan didukung dengan berbagai hal baru yang pastinya akan membuat MPL ID Season 3 makin spektakuler dari season sebelumnya. Selain itu, tahap kualifikasi pada season ini akan dilakukan di studio bertaraf internasional. Tahap kualifikasi online telah berlangsung pada tanggal 9 hingga 13 Januari 2019 lalu. Tahap selanjutnya adalah final dari kualifikasi yang akan diadakan pada tanggal 24 sampai dengan 27 Januari 2019. Regular season sendiri akan dimulai pada tanggal 16 Febuari hingga 31 Maret 2019.
“Kami bangga dapat menjadi penyelenggara turnamen liga Mobile Legends profesional terbesar di Indonesia. Dengan pengalaman menangani ratusan turnamen Esports skala internasional, MET berkomitmen untuk menyajikan turnamen MPL Indonesia Season 3 yang menarik, profesional, dan menjunjung tinggi fair play. Besar harapan kami, Indonesia dikenal memiliki basis pemain Mobile Legends: Bang Bang terbesar dan MET berkomitmen untuk berusaha memberikan yang terbaik bagi para pemain yang pasti akan bersemangat untuk bangkit menghadapi tantangan di MPL,” ujar Agustian Hwang, Country Manager MET Indonesia.

Peradaban islam dalam perrkembangan ilmu pengetahuan

Halo semua! Tabik! Pada kesempatan kali ini gua mau ceritain lo tentang sepotong kisah perjalanan sejarah yang seru banget tapi sekaligus juga ironis dari peradaban yang telah luar biasa berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern. Peradaban ini adalah pemegang obor estafet kedua dari perkembangan ilmu pengetahuan umat manusia, yang pertama dimulai sejak era klasik Yunani, Romawi, Persia, India. Untuk selanjutnya tongkat obor tersebut diestafetkan ke para ilmuwan-ilmuwan Eropa yang mulai memasuki Zaman Renaissance.

Wah, terus peradaban apa dong yang menjadi jembatan peralihan antara jaman klasik ke era Renaissance dan Enlightenment? Yak, seperti yang lo tebak dari judulnya kita akan cerita seru tentang Zaman Keemasan Peradaban Islam ketika seluruh ilmuwan dan cendekiawan paling brilian di muka bumi ini pada saat itu berkumpul dalam satu kekhalifahan Arab, Persia, dan Spanyol.

Maqamat_hariri
Buat lo yang udah belajar pake Kurikulum 2013, mungkin udah gak asing dengan topik ini. Kalo gue perhatiin, banyak banget ilmuwan dari era emas peradaban Islam ini sering banget disebut pada hampir semua topik mata pelajaran buku pegangan lo semua. Sebetulnya topik ini juga cukup sering disebut di berbagai perkumpulan, baik di kelas, di masjid, di kelompok-kelompok studi tertentu, atau dalam diskusi terbuka. Cuma sayangnya, kalo gue perhatiin biasanya mereka yang menyebut tentang era emas peradaban Islam ini cuma “asbun” doang (asal bunyi), alias gak bener-bener ngerti secara mendalam soal apa yang jadi produk dari Zaman Keemasan Islam tersebut. Dari mulai gimana latar belakangnya, kenapa peradaban itu bisa menghasilkan begitu banyak perkembangan ilmu pengetahuan, tokoh siapa aja yang berperan di balik itu, faktor pendukung era itu terus berlanjut, sampai apa yang menjadi penyebab zaman keemasan peradaban Islam itu pada akhirnya hancur.
Nah, di artikel Zenius kali ini, gua akan mencoba mengupas secara singkat seluruh dinamika era peradaban emas Islam. Tentunya ada banyak hal yang mungkin gua lewatkan karena gak mungkin gua bisa merangkum semua hal yang terjadi dalam kurun waktu kurang lebih 500 tahun hanya dengan sebuah artikel. Tapi moga-moga artikel ini tetap bisa jadi pemicu buat lo mencari tau lebih lanjut tentang dahsyatnya peradaban ini.
ebelum kita lanjut bahasannya lebih dalem, ada baiknya kita harus tau dulu kapan sebetulnya Islamic Golden Age itu? Oke jadi yang dimaksud sama Zaman Keemasan Islam itu adalah sebuah periode ketika Dunia Arab secara politis bersatu di bawah kekhalifahan. Pada era ini, khususnya di bawah pemerintahan Harun Al Rasyid dan Al Ma’mun, dunia Islam mengalami kemajuan ilmu pengetahuan, sains, dan budaya yang luar biasa pesat. Secara tradisional, periode ini punya rentang antara abad 8 Masehi hingga abad 13 Masehi. Banyak ahli sejarah yang punya pendapat bahwa periode ini juga ditandain sama waktu berdirinya Bayt al Hikmah (750 — 1258) yang merupakan pusat studi, perpustakaan, sekaligus universitas terbesar di dunia pada saat itu. Pada periode yang cukup panjang ini (sekitar 500 tahun), bisa dikatakan tidak ada peradaban lain di muka bumi yang bisa menandingi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam, dari mulai Eropa, Cina, India, semuanya salut dengan kegigihan kekhalifahan yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan melebihi peradaban manapun pada masa itu.

Perkembangan ilmu pengetahuan sebelum peradaban Islam

Sebelum masuk ke bahasan utama, gua pengen singgung sedikit aja perkembangan ilmu pengetahuan sebelum peradaban emas Islam yang nantinya bakal banyak jadi sumber inspirasi dari perkembangan budaya dan filosofis Islamic Golden Age. Sebelum era Islamic Golden Age, perkembangan ilmu pengetahuan bermula secara terpisah dari Yunani, India, dan Persia.
1280px-Raphael_School_of_Athens
Lukisan School of Athens karya Raffaello Sanzio

Era filsafat klasik Yunani dimulai abad 6 sebelum Masehi, yang menjadi titik fondasi filsafat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada era inilah, konsep awal sebuah negara dibuat, hukum-hukum logika, deduksi, induksi, silogisme digagas. Pada era inilah juga klasifikasi ilmu yang kita ketahui sekarang dirangkai, dari mulai biologi, matematika, astronomi, ekonomi, politik, hukum, dan lain sebagainya.
Sementara itu di India dan Persia, peradaban kuno di sana udah bikin penghitungan sampe 1012 yang ditulis pada Kitab Yajurveda (1200 SM). Pada 800 SM, seorang filsuf bernama Baudhyana, telah memikirkan konsep dasar teorema Pythagoras. Dalam dunia astronomi, kitab Vedanga Jyotisa (abad 6-4 SM) udah ngebicarain masalah perhitungan kalender, pengukuran astronomis, dan penetapan aturan-aturan dasar observasi benda langit. Kemudian angka yg kita pake sekarang nih (0-9) awalnya dikembangin oleh matematikawan India di jaman dinasti Maurya. Sementara itu, konsep angka 0 (nol) sendiri juga pertama kali dikembangin oleh Aryabhata (kira-kira 500 M) yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Al Khwarizmi (780-850 M) dan Al Kindi (801-873 M). Jadi banyak yang sekarang salah sangka bahwa angka ini disebutnya “angka Arab”, harusnya yang bener itu “angka Hindu-Arab”.

terbentuknya benua


Hasil gambar untuk gambar benua dan samudra

Benua dan samudra terbentuk melalui proses yang sangat panjang. Dahulu bentuk benua dan samudra tidak seperti sekarang ini. Setelah melalui proses yang panjang maka terbentuklah benua seperti pada saat ini. Bagaimanakah benua dan samudra terbentuk? Ada seorang ilmuwan asal Jerman yang bernama Alfred Wagener yang mengemukakan teori tentang pembentukan benua. Menurut Alfred Wagener, sebelum zaman Carbon (+ – 300 juta tahun yang lalu), semua benua yang ada sekarang ini tergabung menjadi satu yang disebut Benua Pangea. Benua Pangea kemudian terpecah menjadi dua benua, yaitu Benua Laurasia (di bagian utara) dan Benua Gondwana (di bagian selatan). Proses pecahnya benua Pangea ini terjadi sekitar 135 juta tahun lalu. Selanjutnya Benua Laurasia bagian barat bergerak ke utara menjauhi benua Gondwana yang akhirnya membentuk benua Benua Amerika Utara. Sedangkan Benua Gondwana di selatan terpecah menjadi beberapa benua, yaitu sebagai berikut.


Hasil gambar untuk gambar benua asia
1) Bagian barat bergeser terus ke arah barat menjadi Benua Amerika Selatan.
2) Bagian timur bergerak ke timur menjadi Benua Afrika.
3) Bagian yang lebih kecil di bagian timur terus bergerak ke arah timur laut dan
menjadi India.
4) Satu bagian lagi terpecah menjadi dua, yaitu bagian timur terus begerak ke arah timur laut, dan pecahan bagian barat terus bergerak ke arah selatan.
Perkembangan selanjutnya, Amerika Utara bergabung menjadi satu dengan Amerika Selatan, Eurasia menjadi Benua Eropa dan Benua Asia. Bagian paling selatan yang bergerak ke selatan menjadi benua Antartika dan bagian dari bagian selatan
yang bergerak ke timur laut menjadi Benua Australia.
Teori Wagener disebut juga Teori Pergeseran Benua. Teori ini didasarkan pada fakta-fakta sebagai berikut.
a. Lekukan atau bentuk pantai di Afrika Timur, Amerika Utara, dan Amerika Selatan dengan pantai barat Eropa dan Afrika hampir sama.
b. Daratan Tanah Hijau (Greenland) menjauh dari Eropa sejauh +- 36 centimeter
setiap tahun.
c. Tanah di Amerika Selatan, Afrika, India, Australia dan Antartika menunjukkan persamaan sifat.
d. Pulau Madagaskar dalam gerakannya ke arah barat terhambat oleh Afrika.

Minggu, 25 Agustus 2019

Jebakan Teknologi Dalam Pendidikan



YorkTahun 2011, New York Times menulis berita “In Classroom of Future, Stagnant Scores”. Tulisan tersebut membahas sebuah sekolah yang sejak tahun 2005 telah menginvestasikan sekitar 33 juta dolar dalam teknologi. 
Sayangnya, justru tidak berbuah baik.
Memang, hasilnya adalah ruang kelas berubah drastis. Setiap siswa menggunakan laptop dan tablet saat beajar, papan tulisnya digital dan dapat dikendalikan melalui komputer, ruang kelas pun hadir dengan kelengkapan digital yang membuatnya menjadi kelas dinamis abad 21. Bahkan, beberapa tugas dan informasi sekolah, mereka integrasikan ke sosial media.Sayangnya, saat ujian sekolah, hampir seluruh wilayah lain mengalami peningkatan nilai ujian, sekolah tersebut dengan segala inovasinya, mengalami perolehan nilai yang stagnan dan tidak berkembang. Hal itu terjadi dalam beberapa tahun.Sebagian guru mengatakan, “bisa jadi, anak-anak mendapatkan dimensi kreativitas namun kehilangan konsep-konsep dasar dalam pelajaran bahasa, sains, dan matematika.”
Evaluasi terhadap penggunaan teknologi di dunia pendidikan, terutama di sekolah dasar dan menengah, dilakukan kembali setelah sepuluh tahun. Akhirnya, menurut catatan seorang psikolog kognitif, Daniel Willingham, tahun 2016 para pembuat kebijakan menyadari bahwa pembelian teknologi semacam itu tidak meningkatkan prestasi atau menciptakan generasi progammer baru.
Kisah lain terjadi  pada tahun 2016. Amazon, sebagai perusahaan raksasa, memenangkan kontrak penjualan e-book senilai 30 juta dolar ke sekolah-sekolah di kota New York. Namun, dalam penelitian demi penelitian, ternyata membaca di layar menghasilakan pemahaman yang kurang baik dibandingkan dengan proses membaca di kertas. Bahkan, penelitian juga menunjukkan bahwa pembaca berusia muda dengan banyak pengalaman berbasis layar, mengatakan mereka lebih suka kertas saat membaca buku.
Inilah jebakan teknologi dalam pendidikan.Beberapa sekolah menghadirkan laptop, tablet, media sosial, dan lain sebagainya di ruang kelas, semata-mata menjawab tantangan zaman. Yakni, setiap siswa harus mampu menerapkan apa yang mereka pelajari di kelas dalam kehidupan sehari-hari. Sementara, dunia kita saat ini sudah penuh sesak dengan teknologi.
Jika ada anak-anak kita sudah mampu mengoperasikan smartphone, laptop, atau tablet, maka itu adalah hal yang sudah biasa. Justru, ketika kita memutuskan untuk membuang sama sekali pembelajaran teknologi, itu sama artinya dengan menjauh dan mengasingkan diri dengan dunia saat ini.
Hasil gambar untuk sejuta guru teknologi dalam pendidikan
Ketika ada sekolah yang peserta didiknya belum mampu mengoperasikan smartphone, komputer, laptop, maka pembelajaran teknologi menjadi keterampilan wajib yang harus kita ajarkan. Menguasai teknologi menjadi keharusan dan kebutuhan ketika dunia kerja saat ini membutuhkan generasi dengan kecakapan teknologi yang handal.Sayangnya, ketika menghadapi tantangan ini, banyak yang gagap dan bingung bersikap. Akhirnya, inovasi di bidang teknologi di sekolah justru menjadi masalah.Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Jika tidak ikut, siap-siap tertinggal. Ikut tanpa pertimbangan matang juga beresiko. Dalam kasus ini, setidaknya sudah ada bukti dan penelitian bahwa inovasi teknologi di sekolah tanpa pertimbangan yang baik justru bisa menghambat perkembangan.
Uniknya, di tengah padatnya teknologi dan media sosial yang jarang menggunakan kemampuan menulis dengan tangan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus yang baik (seperti menulis, menggambar, membuat mind map, dsb)dikaitkan dengan hasil belajar yang lebih baik. Keterampilan motorik halus berarti kemampuan untuk mengintegrasikan informasi visual dan gerakan otot kecil yang terkait dengan pembelajaran.