Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2019

AQUAMAN

Halo, bro sis! Belum pada bosen dengan tema “Justice League” dong?
Sebelumnya ada topik tentang mobil kerennya Bruce Wayne di film yang baru premiere tanggal 17 November itu. Ada pula soal Barry Allen a.k.a. The Flash yang ternyata fanboy girlband Korea Blackpink di film Justice League.
Sebagai fans komik superheroes, saya juga mau mengulik soal film Justice League ini. Saya akan ngomongin bagian yang menurut saya cukup ‘monumental’ dari film Justice League. Yaitu soal penggambaran Aquaman di dalamnya.
Poster Aquaman untuk film Justice League. Sumber gambar: bleedingcool.com
Poster Aquaman untuk film Justice League. Sumber gambar: bleedingcool.com
Aquaman adalah salah satu tokoh lawas DC Comics. Walau diperdebatkan, namun Aquaman sedikit banyak mungkin terinspirasi dari tokoh Marvel Comics yang bernama Namor the Sub-Mariner. Diciptakan oleh Paul Norris & Mort Weisinger, awalnya Aquaman tidak seperti yang kini terlihat. Dulu (terutama di Golden & Silver Age Comic Book era, alias tahun 1940an hingga 1960an) Aquaman terkesan sebagai karakter yang ‘ramah dan komedik’. Walaupun tercatat sebagai salah satu founder dari “Justice League” versi komik, dulu kesan yang ada dari Aquaman tidak mencerminkan karakter yang ‘badass’.
Desain Aquaman sebelum era modern. Sumber gambar: interwebtoday.com
Desain Aquaman sebelum era modern. Sumber gambar: interwebtoday.com
Kondisi ini diperparah dengan serial kartun “Super Friends” (tayang sejak 1973 hingga 1986 sebagai bagian acara populer televisi Amerika “Saturday Morning Cartoon”).
Serial kartun jadul Super Friends. Sumber gambar: youtube.com
Serial kartun jadul Super Friends. Sumber gambar: youtube.com
Di serial kartun tersebut, karakteristik Aquaman digambarkan sedikit culun. Walau berstatus “Raja dari Atlantis” tapi desain Aquaman di kartun Super Friends tidak mencerminkan kewibawaan seorang raja (ataupun superhero). Dengan menaiki kuda laut yang bernama Storm, Aquaman adalah salah satu karakter superhero yang paling sering diparodikan di era itu.
Raja dari Atlantis dengan kuda lautnya. Keliatan culun hehehe. Sumber gambar: superfriends.wikia.com
Raja dari Atlantis dengan kuda lautnya. Keliatan culun, hehehe. Sumber gambar: superfriends.wikia.com
Secara lore/origins di Earth-One (karena DC Universe menganut sistem tata dimensi ‘multiverse’ di mana ada banyak dunia paralel yang mirip, tapi berbeda satu sama lainnya) Golden Age, Aquaman memiliki nama Arthur Curry. Dia merupakan putra dari Tom Curry, seorang penjaga mercusuar dengan makhluk Atlantis bernama Atlanna. Karena memiliki darah Atlantis, Arthur memiliki kekuatan dan kemampuan yang dimiliki Atlantean (bangsa Atlantis). Dia dapat bernafas di dalam air, berenang dengan cepat, mampu berkomunikasi dengan makhluk samudera, menggunakan senjata seperti milik Dewa Poseidon (Trident) serta memiliki kekuatan besar jika dibandingkan dengan manusia / makhluk daratan.
Aquaman sebenarnya punya desain keren untuk karakter superhero. Sumber gambar: pinterest.com
Aquaman sebenarnya punya desain keren untuk karakter superhero. Sumber gambar: pinterest.com
Secara umum, Arthur Curry alias Aquaman memiliki semua persyaratan untuk dikategorikan sebagai ‘badass superhero’. Tapi citra paling lemah (jika dibandingkan superheroes lain) serta komedik dari era Silver Age / Super Friends terlanjur melekat di benak orang-orang.
Karena itulah pasca era Silver Age dan Super Friends, DC Comics mulai mati-matian dan serius melakukan re-branding karakter Aquaman di mata publik.
Aquaman mulai digambarkan lebih ‘edgy’. Lebih serius dan ‘gelap’. Hal itu untuk menghilangkan citra lama dia yang dianggap tidak lagi sesuai tuntutan zaman, di mana kini superheroes punya yin-yang alias sisi terang dan sisi gelap.
Mengubah citra culun menjadi citra badass. Sumber gambar: dccomics.com
Mengubah citra culun menjadi citra badass. Sumber gambar: dccomics.com
Hal ini dimulai tahun 1989 dengan komik Aquaman Special #1, di mana DC Comics menulis ulang origins/asal usul Aquaman dengan mengubah beberapa hal dari era lama dan menambahkan elemen modern ke dalamnya.
Diceritakan kalau Aquaman era modern lahir dengan nama Orin, dan merupakan putri dari Ratu Atlantis Atlanna. Karena memiliki rambut blonde (yang merupakan tanda kutukan bagi warga Atlantis) Orin ‘diasingkan ke permukaan’. Dia terdampar ke dunia atas dan ditemukan penjaga mercusuar Arthur Curry, yang memberikan Orin nama seperti dirinya “Arthur Curry”. Kelak Orin kembali ke Atlantis untuk menghadapi takdirnya sebagai raja.
Desain modern Aquaman pasca Silver Age. Sumber gambar: comicvine.gamespot.com
Desain modern Aquaman pasca Silver Age. Sumber gambar: comicvine.gamespot.com
Karena komik-komik superhero Amerika sering ditangani dan digambar oleh orang-orang berbeda, maka tak heran kalau kisah buatan mereka bisa berbeda-beda, tergantung siapa yang menulis naskah dan menggambarnya. Hal ini juga terjadi di Aquaman.
Design Aquaman cukup variatif. Sumber gambar: boybluesdcu.devianart.com
Design Aquaman cukup variatif. Sumber gambar: boybluesdcu.devianart.com
Di film Justice League, kisah Aquaman tidak dimulai dari salah satu origins yang ada. Ini mungkin merupakan cara cepat dari DC Comics membangun hype untuk film “Aquaman” solo yang sedang memasuki tahap pasca produksi dan akan dirilis tahun 2018 nanti.
Jason Momoa (Aquaman), James Wan (Sutradara) & Amber Heard (Mera, istri Aquaman) di lokasi syuting film Aquaman. Sumber gambar: comicbook.com
Jason Momoa (Aquaman), James Wan (Sutradara) & Amber Heard (Mera, istri Aquaman) di lokasi syuting film Aquaman. Sumber gambar: comicbook.com
Pemilihan Jason Momoa sebagai Arthur Curry/Aquaman juga terbilang mengejutkan awalnya, tapi sambutan meriah fans melegakan para produser di Warner Bros. Terkenal sebagai karakter macho Khal Drogo di serial tv fenomenal Game of Thrones  , Jason Momoa sukses memberikan kesan pertama pada Aquaman di layar lebar sebagai karakter dengan tampilan garang, ruthless, tapi tetap tampan dan menarik.
Desain Aquaman di film Justice League tampil macho. Sumber gambar: business2community.com
Desain Aquaman di film Justice League tampil macho. Sumber gambar: business2community.com
Kombinasi tersebut dibutuhkan untuk menampilkan citra baru Aquaman sebagai jagoan badass yang keren dan enggak culun seperti era lama. Melihat aksinya di film Justice League, para fans film superheroes DC Comics tentu makin tidak sabar menantikan film “Aquaman” tahun 2018 nanti.
Menurut bro sis, Aquaman lebih cocok culun seperti di kartun Super Friends atau gahar kayak di film Justice League? Pendapat bro sis bisa ditulis di bagian komen ya.

KISAH BATMAN SANG PAHLAWAN HITAM

Walaupun sangat dipuja, nyatanya tak sedikit orang awam maupun fans  yang menganggap Bruce Wayne alias Batman adalah sosok pahlawan komik yang paling overrated sepanjang masa. Ironis. Tapi memanglah begitulah kenyataannya.
Lalu, apakah Batman memang merupakan sosok superhero yang overrated?  Well, untuk menjawab tersebut, tentunya kita harus menengok lagi definisi dari kata overrated itu sendiri.
Berdasarkan situs Cambridge English Dictionary yang tentunya sudah diterjemahkan kembali, Overrated adalah seseorang atau sesuatu yang dianggap paling baik atau paling penting dari kapasitas yang seharusnya didapatkan.
Definisi hampir serupa, juga diutarakan oleh situs Urban Dictionary. Menurut mereka, Overrated, adalah sesuatu atau seseorang yang menjadi super populer dikarenakan subyek tersebut diberikan pujian yang melebihi dari kapasitas yang seharusnya ia dapatkan.

Sumber: Last of the Famous International Fanboys
Jadi berdasarkan kombinasi pemahaman definisi tersebut, apakah si pangeran kegelapan memanglah sosok yang overratedWell, kalau mau berbicara yang sejujur-jujurnya, maka yap Batsy adalah sosok superhero yang overrated.
Eit sabar dulu. Jangan langsung lemparin saya dengan barang, karena saya sendiri adalah fanboy Batman. Tapi tentunya saya harus bersikap obyektif disini. Tidak dipungkiri bahwa Bruce sebagai Bruce adalah sosok pria yang kaya, tampan dan misterius.
Sedangkan ketika sebagai Batman, dia adalah sosok yang dingin, kejam, dan seorang detektif mumpuni. Nah, melihat kualitas keren yang dimiliki oleh masing-masing kepribadian Bruce ini, kalau dipikir, ya wajar banget bukan apabila sosoknya sebegitu diagung-agungkannya?
Tapi yang membuatnya menjadi tidak wajar atau dengan kata lainnya disini “berlebihan”, adalah kelakuan mengesalkan yang kerap diperlihatkan sebagian besar fanboy-nya atau seperti yang kerap dikatakan anak zaman NOW, “TOXIC”.

Sumber: Bounding Into Comics
Spesifiknya disini, dengan melihat atribut Bruce dan Batman yang sama-sama sempurna tersebut, tak pelak para penggemar ini langsung menganggap Batman sebagai “The Best” , “tidak terkalahkan”, “dewa”, atau ribuan kata sanjung berlebih lainnya yang dapat  menumbuhkan sikap “fanatisme sempit” di dalam diri yang seperti dikatakan di atas, sangat “beracun”.
Oke, kedua atribut yang telah disebutkan tersebut, memanglah merupakan atribut yang sangat diinginkan oleh seluruh laki-laki di duia ini.  Siapa yang gak mau menjadi sekeren atau sekaya Bruce? Tapi pada akhirnya, kita harus ingat lagi bahwa Bruce tetaplah manusia biasa. Dia bukanlah alien seperti Superman atau manusia dewa super seperti Shazam.
Dengan kata lain, sehebat-hebatnya The Cape Crusader, dia tetap bisa berbuat error, dilukai, dan bahkan dikalahkan. Dan dalam sejarah kisahnya, Batman tidak hanya sudah lumayan sering dikalahkan oleh musuh-musuhnya, dirinya bahkan sudah lumayan sering menerima kekalahan yang benar-benar mengenaskan.

Sumber: ScreenRant
Diantara berbagai kekalahan mengenaskan yang pernah diterima oleh anak biliyuner Gotham Thomas Wayne ini, rasanya hanya 2 kekalahan inilah yang super mengenaskan. Pertama ketika dirinya dikalahkan villain bertubuh kekar, Bane dan, ketika dikalahkan oleh kelompok pengawas kota Gotham, The Court of Owls. Ketika melawan Bane di storyline ikonik, Knightfall (1993), Bane sukses mengalahkan Batman dengan mematahkan tulang punggung musuh bebuyutannya tersebut.
Sedangkan ketika melawan “Perkumpulan Illuminati kota Gotham” atau Court of Owls di awal-awal isu komik New 52, seluruh anggota Court beserta assassin mumpuni mereka, Talon, sukses membuat fisik dan mental Batman hancur sehancur-hancurnya. Jujur, saya saja ketika melihat visualisasi-nya, sampai menganga lebar sendiri karena tidak percaya. Hal ini semaki memperkuat kenyataan bahwa Batman bukanlah soosk yang “wah banget”. In the end, dirinya tetaplah seperti kita yang memiliki batasan (limit).

Sumber: YouTube
Ironisnya penggemar si manusia kelelawar, tetaplah menganggapnya sebagai sosok yang super gila, tidak terkalahkan, well sedikit koreksi lebih tepatnya, bisa segalanya. Tidak diragukan Bruce memang jago berkelahi, keren dan detektif mumpuni. Tapi seluruh kemampuan yang dimiliki, juga didapatkannya melalui pelatihan super intens serta pencarian jati diri yang dilakukannya selama bertahun-tahun. Batman bukanlah sosok yang memang dari lahir sudah memiliki kemampuan tersebut.
Kefanatisan ini semakin diperparah dengan quote “I am Batman” atau “He’s Batman” yang kerap diucapkan sendiri oleh si pahlawan idola, yang kemudian dijadikan argumen tunggal oleh para penggemarnya untuk semakin mem-validasi keyakinan mereka bahwa Batman memanglah sosok terbaik.
Padahal seperti kita tahu, alasan utama Bruce kerap mengucapkan kalimat ikonik tersebut, semata bertujuan untuk mengintimidasi lawan-lawannnya. Bukan untuk sekedar menyombongkan atau mengagungkan dirinya (walau ya terkadang memang digunakan untuk yang seperti itu juga sih).

Sumber: The SuperheroHype Forums
Pada akhirnya, sosok Batman tetap saja dicintai banyak orang bukan? Toh dia juga telah membuktikan beratus-ratus kali baik di komik, seri animasi maupun film layar lebar, kalau dirinya memanglah sosok yang keren, hebat dan tentunya selalu berhasil menghadapi berbagai masalah dan juga tantangan yang ada.
Jadi biarkanlah orang-orang melabeli dirinya overrated. Karena faktanya, dirinya adalah sosok superhero overrated yang begitu dicintai.
Bagaimana? Apakah menurut kalian Batman memang merupakan sosok superhero yang overrated? Tinggalkan komentar di bawah, ya!

Far From Home Swings into Marvel’s Spider-Man

Far From Home Swings into Marvel’s Spider-Man

Hello everyone!
It’s been a while since we last talked! We’d like to thank all of you for your support of Marvel’s Spider-Man since its launch last September. Many of you have played, and we have been floored by the response to the game. It has been gratifying to continually hear new stories from players exploring our rendition of Marvel’s New York with the web-slinger and see all of the great shots you have created in Photo Mode.
While we’re busy working away here at Insomniac Games, we couldn’t pass up the opportunity to once again team up with Sony Interactive Entertainment, Marvel, and Sony Pictures Entertainment to celebrate the release of Spider-Man: Far From Home in theatres now! As such, we have released a new update for the game via Patch 1.16 that will bring two free brand-new suits from Spider-Man: Far From Home to the game.
After you have built the Advanced Suit early in Marvel’s Spider-Man, you are able to switch between suits during the story — so if you have already reached this stage in-game, you can use the Spider-Man: Far from Home Upgraded Suit, or the Spider-Man: Far From Home Stealth Suit right now. Before you rush off to download the update — here’s a couple of new images showing those brand-new suits in game.
We’ve had a great time adding free additional content to Marvel’s Spider-Man, such as the Webbed Suit in December, and suits celebrating the Fantastic Four in January. You can get even more additional suits for Marvel’s Spider-Man by purchasing the Marvel’s Spider-Man: The City That Never Sleeps expansion series. The series tells a post-game story over three DLC chapters, and each one includes three new suits to unlock that you can use in the rest of the game and in New Game+. The series begins with Black Cat returning to Marvel’s New York, but players quickly realize she’s a part of something much bigger that will entangle Spider-Man with the notorious Hammerhead. You can download Marvel’s Spider-Man: The City That Never Sleeps from PlayStation Store today for $24.99 USD.
That’s all for now — thank you yet again for all of your support of Marvel’s Spider-Man. It means the world to us, and we hope you get out to see Spider-Man: Far From Home, in theatres now! Get your tickets now: bit.ly/FarFromHomeTix
*Internet connection required.